Lewati navigasi

AUXILIARY

USES

PRESENT/FUTURE

MAY

1.Polite request

While kim may improve the bank’s work on health

 

2. formal permission

That may be both a strength and weakness

SHOULD

1. advisability

We should be proud that our region is enjoying peace and stability

 

2.90% certainty

They should carefully manage identities to cater to the expended segment segmen of customers

CAN

1. ability/possibility

Nobody can go through lifeNobody can go through life misttake free

 

2. impossibility

Without growth you cannot develop health and education

WILL

1. 100% certainty

Indonesian inclusive finance will be leading in the ASEAN region

 

2. willingness

We hope that the loan will contribute to growth in the multifinancing industry

MUST

1. 95% certainty

But experts say the autorities must do a lot more them selves on the economic front

 

2.strong necessity

“ECB chief mario draghi must take a great deal of credit for the improvement”

BE GOING TO

1.  100% certainly

He’s going to have a major chalenge to overcome a characterization. . . .

 

2. definite plan

Running the whole show is going to bea real learning curve and a real legitimacy curve

WOULD

1. polite request

This is a very smart man and has many of the characteristics that you would look for in a world bank president

 

2. preference

Last year that consumer related stock would continue to surge in 2012

COULD

1. less than 50% certainty

There could be further room for growth based on economic fundamental

 

2. suggestion

While his south korean roots could allow to build bridges with developing nations

Used To

 

 

Be to

1. strong expectation

First, brands should tackle impending consolidation by aggressively trying to be the central node of the network of potensial collaboration

Shall

 

 

 

 

 

Might

 

 

 

 

 

Ought to

1.90% certainty

In the next  series of blogs we will turn to what goverment ought to do.

 

 

 

 

In grammar, conditional sentences are sentences discussing factual implications or hypothetical situations and their consequences. Languages use a variety of conditional constructions and verb forms (such as the conditional mood) to form such sentences.

 

In English, there are three contexts for conditional sentences.

The first context involves the possible outcome of an event that is likely to occur:

If + Present Simple/Present Progressive + Present Simple/Present Progressive/Future Simple/Future Progressive/Imperative

  • If + I miss the bus, + I will be late for school

The second context involves the possible outcome of an event that is less likely to occur; various sentence structures are possible for this context:

If + Present Perfect/Present Perfect Progressive/Preterite/Past Continuous + Full Infinitive + Conditional Present/Conditional Present Progressive

  • If + I was + to miss the bus, + I would be late for school.

In some dialects: If + Imperfect Subjunctive + Full Infinitive + Conditional Present/Conditional Present Progressive

  • If + I were + to miss the bus, + I would be late for school.

In some dialects: If + modal auxiliary “should” + Bare Infinitive + Conditional Present/Conditional Present Progressive

  • If + I should + miss the bus, + I would be late for school.

The latter two formulations, with the imperfect subjunctive or the modal construction, can be modified to use subject-verb inversion instead of the conjunction if:

  • Were I + to miss the bus, + I would be late for school.
  • Should + I miss the bus, + I would be late for school.

The third context involves the hypothetical outcome of an event that did not occur:

If + Pluperfect/Pluperfect Progressive + Conditional/Conditional Progressive/Conditional Perfect/Conditional Perfect Progressive

  • If + I had missed the bus, + I would have been late for school.

Here too the conjunction if can be replaced by subject-verb inversion:

  • Had I missed the bus, + I would have been late for school.

In each formulation it is possible to reverse the order of the clauses; however, the protasis must always follow the word “if” or exhibit subject-verb inversion:

  • If + I miss the bus, + I will be late for school can be adjusted to I will be late for school + if + I miss the bus.
  • Should + I miss the bus, + I will be late for school can be adjusted to I will be late for school + should + I miss the bus

 

 

ANALISIS SWOT

Saya seorang yang suka memelihara hewan peliharaan terutama burung kicau, sudah 4 tahun terakhir saya menekuni bidang ini, bagaimana cara merawat,diberi pakan apa saja, dan menjaga kesehatan burung tersebut agar tidak mudah terjaring penyakit, sampai saat ini saya mempunyai 10 eokr berbagai macam burung dan saat ini saya sedang mengembangkan bagaimana cara berternak salah satu burung yaitu “BURUNG KENARI”, ide tersebut timbul melihat pangsa pasar sangat tinggi untuk burung  tersebut selain itu bertujuan agar saya tidak hanya membeli tetapi menghasilkan.

 

Strengss  ( kekuatan)

Dalam hal ini saya sangat didukung oleh keluarga dan itu adalah sumber kekuatan saya yang paling utama, karena dengan motivasi mereka saya bisa menumbuhkan semangat saya untuk mengembangkan peternakan KENARI ini.

 

Weakness (kelemahan)

Karena ini bidang baru yang saya tekuni, terkadang telur yang sudah dierami tidak menetas, dan saya masih perlu banyak-banyak belajar kepada peternak-petrenak  Burung Kenari yang ada didaerah tempat saya tinggal.

 

Opportunities (peluang)

Pengalaman saya memelihara burung selama 4tahun memelihara burung secara otomatis saya mempunyai banyak teman yang berkecimpung dalam kicau mania, sehingga anakan burung kenari yang siap jual bisa  saya tawarkan kepada mereka. Peluang lainnya burung kenari sangat banyak peminatnya karena selain kicauannya sangat bagus cara memeliharanya pun tidak terlalu sulit seperti burung kicau lainnya.

 

Threats (ancaman)

Burung kenari adalah burung yang hidup didaerah tropis,sementara saya tinggal dikota bogor yang sering hujan,itu bisa mempengaruhi kesehatan burung tersebut dan tidak jarang pula berujung pada kematiaan.

 

 

  • Contoh paragraf generalisasi

 

Untuk menjadi sarjana S1 ekonomi di universitas gunadarma tidaklah mudah, selain calon sarjana ekonomi harus mencapai nilai IPK 3.25 mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat lainnya seperti mengikuti kursus,workshop,penelitian ilmiah dan yang pasti lulus dari sidang skripsi,setelah syarat-syarat terpenuhi baru mahasiswa bisa menjadi sarjana ekonomi. Jadi untuk menjadi sarjana dibutuhkan keseriusan yang lebih agar bisa lulus sesuai target yang kita inginkan.

 

  • Contoh paragraf Analogi

 

Hidup manusia ibarat roda yang terus berputar. Kadang ada di atas dan kadang berada di bawah. Saat mereka berada di atas mereka bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan, tapi sebaliknya ketika mereka berada di bawah sulit sekali untuk meraih keinginan yang mereka dambakan. Ada kalanya bagi mereka yang sedang berada diatas janganlah bersikap sombong dan ingatlah bahwa kesuksesan tersebut hanya bersifat sementara. Dan bagi mereka yang berada di bawah, janganlah berputus asa.Karena masih banyak cara untuk mendapatkan kesuksesan tersebut yaitu dengan berusaha dan berdo’a

 

  • Contoh paragraf sebab-akibat

Kebiasaan untuk membuang sampah harus ditanamkan sejak dini dalam kesehariakita. Karena masayarakat pada umunya masih kurang memiliki kesadaran untuk mencintai dan menjaga serta melestarikan alam lingkungan kita sendiri. Merekamenganggap hal tersebut hanyalah slogan yang tidak perlu diperhatikan. Tanpa rasa bersalah mereka membuang sampah sembarangan sehingga lingkungan sekitar kitamenjadi kotor dan tidak sehat. Dan bila musim hujan tiba, akibatnya banjir melandaibukota. Kalau sudah terjadi seperti itu, maka orang-orang akan menyalahkan oranglain atas kejadian tersebut tanpa mereka sadari kalau bencana itu akibat dari ulah mereka sendiri.

 

Indonesia mempunyai landasan idiil yaitu Pancasila dan landasan konstitusional yaitu UUD 1945. Oleh karena itu, Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disebut sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Pada sistem demokrasi ekonomi terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mencapai kemakmuran.
a. Ciri-Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi
Berikut ini ciri-ciri dari sistem ekonomi demokrasi.
1)      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2)      Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
3)      Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
4)      Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
5)      Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
b . Ciri-Ciri Negatif Sistem Ekonomi Demokrasi
Selain memiliki ciri-ciri positif, sistem ekonomi demokrasi juga mempunyai hal-hal negatif .
1)      Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang dapat menumbuhkan eksploitasi
2)      Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3)      Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Berbicara mengenai sejarah perkembangan perbankan di Indonesia, tidak bisa lepas dari sejarah jaman Hindia Belanda yaitu bank yang pertama didirikan adalah Bank Van Leening tahun 1746, Nederlandsche Handel Maatschapij berdiri tahun 1824, kemudian didirikan De Javasche Bank tahun 1828, Escomptobank tahun 1857 dan Nederlandsche Indische Handelsbank tahun 1864. Di samping bank Belanda, juga berdiri bank asing lain seperti, The Chartered Bank of India, Australia and China tahun 1859, Hongkong and Shanghai Banking Corporation di tahun 1884, Bank of China tahun 1915, Yokohama Specie Bank tahun 1919, kemudian Mitsui Bank 1925. Bank-bank lokal ikut bermunculan, seperti Bank Vereeniging Oey Tiong Ham tahun 1906 di Semarang, Chung Hwa Shangieh Maatschapij tahun 1913 di Medan, Batavia Bank tahun 1918 di Batavia dan Spaarbank atau Bank Tabungan di berbagai kota Bangkitnya semangat kebangsaan turut memunculkan bank-bank nasional yang dimulai oleh Bank Nasional Indonesia pada tahun 1928 di Surabaya. Bank-bank pemerintah yang didirikan setelah era tersebut antara lain Bank Negara Indonesia tahun 1946, Bank Rakyat Indonesia yang juga didirikan tahun 1946, Bank Tabungan Pos yang merupakan kelanjutan kegiatannya di jaman penjajahan diaktifkan kembali tahun 1950, kemudian didirikan Bank Industri Negara tahun 1955, serta Bank Tani dan Nelayan di tahun 1957. Sejarah bank di Indonesia makin lengkap dengan dinasionalisasikannya beberapa bank Belanda di tahun 1959 hingga 1960 seperti: Nationale Handels Bank NV yang berubah menjadi Bank Umum Negara, Escomptobank berubah nama menjadi Bank Dagang Negara dan Nederlandsche Handels Maatschappij menjadi Bank Ekspor Impor Indonesia.

Bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari sebagai alat komunikasi memiliki fungsi dan peranan yang cukup besar. Bayangkan saja bila kita tidak memiliki bahasa permersatu (Bahasa Indonesia), dengan apa kita berkomunikasi? Indonesia terdiri dari berbagai suku dan adat yang jumlahnya terbilang banyak, jika tidak ada bahasa Indonesia maka dapat dipastikan akan terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi sehari-hari. Misalnya saja, orang jawa berbicara kepada orang padang dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing. Apa pembicaraan mereka dapat disatukan? Apa orang jawa mengerti yang dimaksudkan orang padang? Jawabannya tentu tidak. Disinilah terlihat jelas betapa besar peranan Bahasa Indonesia.
Fungsi bahasa, yaitu :
1.      Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.
Sedangkan peranan bahasa adalah sebagai bahasa pemersatu (bahasa nasional) bangsa. Tanpa bahasa Indonesia, mungkin bangsa Indonesia bisa kehilangan jati dirinya. Di jaman yang makin serba canggih ini, bahasa pun juga telah termodifikasi sedemikian rupa, khususnya oleh para generasi muda. Hal ini menyebabkan bahasa indonesia saat ini berada dalam masa krisis. Tentunya kita semua tahu bahwa para generasi muda sekarang ini kerap kali menggunakan “bahasa gaul” sebagai alat komunikasi. Bahasa indonesia yang baik dan benar pun sudah jarang terdengar lagi. Masyarakat umumnya berpikir kalau kita menggunakan bahasa Indonesia sesuai aturan berarti kita sudah ketinggalan jaman, tidak gaul, kaku, dan lain sebagainya. Pandangan generasi muda pun berubah, dan akhirnya mereka terbawa arus, menggunakan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari
Akibatnya, sekarang ini hampir 80% generasi muda menggunakan bahasa gaul sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, bahasa Indonesia yang sebenarnya pun sudah mulai ditinggalkan. Padahal apabilla kita teliti lebih detail, jelas sekali bahasa gaul ini merusak bahasa nasional kita. Bila dibiarkan begitu saja bukannya tidak mungkin bahwa bahasa Indonesia akan benar-benar hilang di telan masa. Bayangkan saja bila hal tersebut benar-benar terjadi. Sungguh hal yang benar-benar merugikan bangsa. Coba kita ingat-ingat lagi perjuangan para pahlawan kita dulu yang dengan jiwa dan raganya membela tanah air bahkan nyawa taruhannya. Namun, generasi muda jaman sekarang dengan seenaknya mengubah apa yang sudah diperjuangkan.
Sekarang ini generasi muda kita kurang memberikan pengaruh yang positif bagi bahasa Indonesia. Namun, tidak ada kata terlambat. Seharusnya generasi muda penerus bangsa menjaga baik, memelihara, dan melestarikan apa yang sudah kita miliki, bukannya mengubah sesuai kemauan mereka. Untuk itu, mulai dari sekarang marila gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidahnya. Memang susah, apalagi sepertinya bahasa gaul telah berakar pada setiap diri para generasi muda, namun apa salahnya mencoba. Mari selamatkan bahasa Indonesia kita, bahasa pemersatu bangsa Indonesia.
Secara harfiah, kemiskinan berasal dari kata dasar miskin yang artinya tidak berharta-benda (Poerwadarminta, 1976). Secara luas Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.
Cara memecahkan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Ada 3 masalah utama kemiskinan di Indonesia, yaitu:
1. Terbatasnya Kecukupan dan Mutu Pangan
Hal ini berkaitan dengan rendahnya daya beli, ketersediaan pangan yang tidak merata, dan kurangnya  dukungan pemerintah bagi petani untuk memproduksi beras sedangkan masyarakat Indonesia sangat tergantung pada beras. Permasalahan kecukupan pangan antara lain terlihat dari rendahnya asupan kalori penduduk miskin dan buruknya status gizi bayi, anak balita, dan ibu.
2. Terbatasnya dan Rendahnya Mutu Layanan Kesehatan
Hal ini mengakibatkan rendahnya daya tahan dan kesehatan masyarakat miskin untuk bekerja dan mencari nafkah, terbatasnya kemampuan anak dari keluarga untuk tumbuh kembang, dan rendahnya kesehatan para ibu. Salah satu indikator dari terbatasnya akses layanan kesehatan adalah angka kematian bayi.
3. Terbatasnya dan Rendahnya Mutu Layanan Pendidikan
Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya pendidikan, terbatasnya kesediaan sarana pendidikan, terbatasnya jumlah guru bermutu di daerah, dan terbatasnya jumlah sekolah yang layak untuk proses belajar-mengajar. Pendidikan formal belum dapat menjangkau secara merata seluruh lapisan masyarakat sehingga terjadi perbedaan  antara penduduk kaya dan penduduk miskin dalam masalah pendidikan.
Cara Mengatasinya kemiskinan
  1. Hilangkan sifat malas, Setiap orang pasti ada yang namanya sifat malas, jangan semata-mata kita menyalahkan pemerintah kita juga harus berpikir ke depan akan jadi apa kita kalo kita bermalas-malasan dan menjadi apa kelak nasib kita dan anak-anak kita.
  1. Pemerintahan sekarang ini untuk lebih memperhatikan sektor pendidikan. Bagaimana pemerintah misalnya mau menempatkan persoalan pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam pengambilan kebijakannya. Pembangunan pendidikan adalah modal utama dalam membangun suatu bangsa. Sebab, pendidikan terkait dengan kualitas SDM. Maka, jika bangsa ini ingin maju, maka pembangunan dunia pendidikan adalah syarat mutlak yang harus dilakukan.
  2. Pemerintah juga harus bekerja lebih maksimal dalam membangun lapangan pekerjaan agar masyarakat miskin bisa mencari nafkah dan hidup lebih sederhana dengan kata lain mampu untuk membeli makanan pokok.
1.Pulau Paskah
 Pulau Paskah 

Pulau ini berada di antara Tahiti dan Chili, dan meraih popularitas internasional karena patung kolosal yang luar biasa berbentuk wajah manusia. Tiap patung tingginya adalah 14 kaki (sekitar 4 meter), berat sekitar 14 dan terbuat dari batu vulkanis, dan merupakan hasil karya dari masyarakat Rapa Nui. Sampai sekarang belum diketahui bagaimanakah patung ini dibuat dengan teknologi primitif yang dimiliki masyarakat tersebut. Ada berbagai teori mengenai asal patung dan artinya, termasuk salah satunya adalah teori fantastis yang mengatakan bahwa patung ini dibuat oleh UFO. Tapi, sampai sekarang kebenaran dari semua teori yang ada belum terungkap.

2. Mesir

Piramida Mesir

Salah satu tempat paling misterius dan ajaib di planet. Berada di Afrika Utara, negara ini memiliki lebih dari 80 piramida yang tersebar di sepanjang sungai Nil. Masing2 tingginya mendekati 100 meter, dan terbuat dari batu raksasa dengan berat masing-masing mencapai 100 ton. Sampai sekarang legenda mengenai piramida masih mengundang berbagai gosip baru, mitos dan kepercayaan baru juga bermunculan. Dari semua piramida, yang tertinggi adalah Piramida Cheops. Semua piramida dibangun hanya dengan menumpuk satu batu diatas batu lainnya. Tidak ditemukan lem, paku, atau perekat apapun digunakan dalam pembuatan piramid. Semua batu entah bagaimana saling pas, sehingga sangat susah ditemukan adanya retakan atau celah. Permasalahan mengenai teknik pembangunan yang digunakan juga belum terjawab sampai saat ini.

3. Bermuda

 Bermuda  Posisi

Di Atlantik Barat laut, terletak Segitiga Bermuda. Dalam segitiga ini terdapat 7 pulau besar dan 150 pulau kecil yang sebenarnya adalah gugusan karang. Segitiga ini juga disebut sebagai segitiga setan – semua alat teknologi tinggi dan semua alat navigasi tidak bekerja dengan benar di tempat tersebut. Seringkali bahkan komunikasi dengan dunia diluar segitiga ini menjadi masalah. Tidak ada yang tahu mengapa dan bagaimana mencegah hal ini.

4. Antartika

Antartika

Antartika adalah tempat yang sangat tidak ramah untuk dihuni. Begitu banyak perubahan dan fenomena yang sampai sekarang menjadi rahasia besar buat sebagian besar dari kita. Antartika juga memiliki banyak misteri, dari 14 juta kilometer benua tertutup salju dan es dengan ketebalan antara 2000 sampai 4800 meter, ada juga pulau yang kering total, dan disebut “Lembah kering tanpa salju”. Jadilah saksi hidup untuk fenomena ini!

5. Xinjian

Di kota ini, ada daerah terbengkalai yang disebut “Moguicheng” atau kota iblis. Beberapa kastil di Moguicheng menimbulkan suara aneh yang tidak jelas darimana asalanya. Jika anda mendekati kota iblis ini di hari panas dengan angin sepoi-sepoi, anda akan mendengarkan ritme manis, seperti 10 juta bel kecil atau 10 juta gitar bermain bersama dengan indahya. Tapi jika angin kencang mendekat, maka suara yang timbul akan bagaikan raungan singa, tangis bayi atau lolongan serigala.
Moguicheng

6. Stonehange

Stonehenge adalah susunan batu misterius di daerah pinggiran Inggris. Tidak ada yang tahu tujuan dibangunnya apa, apakah istana, atau tempat pemujaan, atau kuil atau mungkin tanda adanya UFO? Coba anda kunjungi, siapa tahu anda bisa memecahkan misterinya!
Stonehange

7. Henan

Di Henan, Cina, anda akan menemukan daerah anomali geotermal yang disebut “bingbing bei” atau punggung es. Semua wilayah Cina memiliki perubahan musim yang normal, para penduduk di daerah barat Propinsi Liaoning, Cina, memiliki suhu hangat yang tetap. Tapi pada saat musim panas datang, maka mulailah fenomena ajaib ini. Ketika suhu udara mencapai suhu 30 derajat Celsius dan matahari bersinar dengan cerahnya, perubahan besar-besaran terjadi, dan temperatur di satu meter dibawah tanah mencapai -12 derajat Celsius, sehingga tanah membeku dan semua air berubah menjadi es.

     Henan

8. Air Terjun Niagara

Air Terjun ini terkenal sebagai tujuan turis. Keajaiban alam ini terletak di perbatasan Kanada dan Amerika. Air terjun ini meliputi daerah seluas 250.000 mil persegi dan aliran airnya dapat mencapai 250.000 kaki kubik perjam.

Air Terjun Niagara

9. Geyser
Geyser adalah aliran air hangat yang menyembur ke permukaan tanah. Geyser selalu tampak menarik dan misterius. Salah satu tempat di Reykjavik, ibukota Islandia, terkenal dengan geysernya yang mencapai diameter 20 meter dan ketika hujan, anda bisa menemukan pemandangan yang mengerikan: aliran air yang menyembur luar biasa sehingga mencapai ketinggian 70 meter. Jika anda mengunjungi Cina, dan menunggu di sekitaran Geyser di sungai Yangbo, Tibet. Geyser yang ada dapat menyembur dengan suara yang mengejutkan setiap beberapa menit sekali. Diamter semburan air panas ini mencapai 2 meter dan ketinggian semburannya dapat mencapai 20 meter.

Geyser

10. Pulau Arran dan Orkney

Dua pulau di Skotlandia ini adalah harta rahasia sejarah terpenting. Dua pulau ini terletak di lautan Skotlandia yang dingin, kedua pulau ini menarik turis dengan sejumlah kastil, reruntuhan, lingkaran-lingkaran batu dan kuil-kuil kuno. Jika anda suka dengan periode abad pertengahan. Kedua pulau ini wajib ada dalam daftar kunjungan anda.

Politik dan ekonomi adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan dan saling memiliki keterkaitan. Secara umum, kegiatan politik selalu dihubungkan dengan tata pemerintahan. Namun, inti dari kegiatan politik sesungguhnya tidak sekedar tata pemerintahan saja, melainkan mencakup ke arah yang lebih luas, yakni untuk menegakkan keadilan yang merata ke seluruh lapisan masyarakat.
Keadilan yang dimaksud merupakan keadilan yang berdiri di atas tiga pilar penting, yakni:
(1) freedom, baik kebebasan dalam berekspresi, kebebasan berserikat dan berkumpul, serta kebebasan pers;
(2) Social order, baik dalam bentuk rules of law, law enforcement serta check & balances; dan
(3) Equity. Dalam hal ini, peran politik adalah untuk menghubungkan pilar-pilar tersebut agar menjamin tegaknya keadilan.
Di sisi lain, pembangunan ekonomi dilakukan untuk meningkatkan kemakmuran (prosperity) masyarakat, dimana kemakmuran ini dapat terwujud bila ada pertumbuhan (growth), stabilitas, dan efisiensi. Satu contoh yang tampak dalam pembangunan ekonomi yang terjadi karena adanya pertumbuhan, stabilitas, dan efisiensi, adalah terciptanya tingkat lapangan kerja yang mampu menghidupi suatu angkatan kerja agar tidak menjadi beban bagi orang lain.
Selain itu, masyarakat tentu membutuhkan kepastian (certainty), baik itu kepastian untuk berusaha, kepastian hukum dan kepastian-kepastian lainnya, serta membutuhkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang kredibel. Untuk menciptakan kedua hal tersebut diperlukan adanya freedom, dan social order dalam kondisi yang stabil. Selain itu, pertumbuhan dan equity akan saling menyesuaikan agar tidak menciptakan tunnel effect yang dapat menyebabkan social disorder. Dalam hal inilah politik dan ekonomi saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.